Kisahku belum selesai.
Dia sudah memiliki orang yang selalu setia menanti ia pulang
Gadis yang akan selalu mengingatkannya untuk beribadah kepada Allah
Gadis yang selalu mendoakannya ketika ia menghadap Allah saat berdoa
Gadis yang selalu mengkhawatirkannya ketika ia belum tiba di kamar…
Dia sudah memiliki gadis itu. Gadis itu pun sudah tahu dengan jelas bagaimana hatinya.
Aku menyukainya sebelum tahu bahwa gadis itu ternyata miliknya. Dan bahkan saat kini aku tahu, aku masih menyukainya.
Hilangkah harapanku? Adakah kesempatan untukku?
Teman-temanku bilang, “Ya, kamu masih ada kesempatan sebelum janur kuning melengkung”. “Ayo usaha. suatu hari pasti ada jawaban untuk usaha dan penantianmu”.
Dan walaupun kata-kata dari mereka sangat klise, kata-kata itu cukup membuatku berbesar hati.
Aku benar-benar menyayanginya. Dari dulu pertama kali kenal, hingga sekarang.
Sulit membencimu meskipun kamu sudah membohongiku.
Aku ingin mengatakan bahwa aku sayang sama kamu. Ingin sekali. Tapi aku nggak punya cukup keberanian untuk itu. Yang bisa aku lakukan sekarang adalah berdoa, berusaha dan menunggu. Menunggu saat nanti ketika kamu memberikan kepastian padaku: Kamu bersamaku atau tid

Tidak ada komentar:
Posting Komentar